Halloween party ideas 2015

CollageMaker_20170511_232129289_1

PB, JAKARTA – Aksi brutal di depan Penjara Cipinang yang tersebar melalui video yang diunggah ke berbagai media sosial rupanya menjadi perhatian para netizen yang kaget dengan perilaku pendukung Ahok yang biasa dijuluki dengan nama Ahokers, ketika mereka harus saling mencaci hanya karena sekotak makanan.

Bahkan para orator dan penanggung jawab aksi sampai harus berteriak di speaker mobil komando untuk mengatur para Ahokers yang tidak bisa tertib ketika pembagian jatah nasi kotak, hingga kekesalan pria yang berusaha mengatur mereka tidak bisa menahan kemarahan dan menyuruh panitia lainnya agar mengusir dengan cara mendorong mereka yang berdiri menunggu jatah nasi mereka.

Bahkan dalam video tersebut seorang ibu mengumpat dan mencaci maki ahokers lainnya ketika dirinya mendapatkan perlakuan tidak pantas yang seharusnya dilakukan kepada seorang wanita.

Hal ini menjadi sebuah perhatian netizen dan mencoba membandingkan dengan kejadian Aksi Bela Islam 411, 212 dan 505 yang dilakukan oleh umat muslim, hingga para jemaah sampai menolak pemberiaan makanan dan minuman gratis dari jemaah lainnya.

Berikut salah satu isi tulisan yang disebarkan oleh netizen yang memakai nama “Tape Tuli” ketika membandingkan aksi ahokers dengan aksi bela islam.

MERINDING DECH BACA NYA…
👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻

CARA KAMI BERBAGI MAKANAN, BEDA!

“hei kalian, yg didepan kalian itu mobil makanan.!!” suara komando terdengar membentak melalui sound yg besar..

“wooiii..wooiii… Duduuuk…. Duduuukk!! Kalian dengar tidak! Wooiii! ” teriak korlap yg lain dari atas mobil komando.

” panitia, itu yg berdiri usir saja!! Usiir!!
Ayo dorong!! Dorong!! ” seruan seruan itu menggelegar dr kotak sound sistem yg bertumpuk.

Tapi tampaknya suasana massa tambah ribut dan makin tak terkendali. Mungkin semua tengah kelaparan. Ibu bermake up tebal dgn kemeja kotak kotak dan wanita2 sipit ikut meramaikan hiruk pikuk, teriakannya seperti preman pasar yg mau tawuran.

Teriakan2 “bangsatt !!, anj*ng!!” dan berbagai umpatan kotor bersahut sahutan dlm aksi massa yg berbaju merah itu.
Demikianlah suasana pembagian makanan di acara demo pendukung ahok.

Tiba2 saya teringat pada serangkaian aksi bela islam yg berjilid jilid itu. Makanan berlimpah. Entah dari mana. Tak ada keributan karena takut kehabisan jatah.

Dan mari saya ceritakan pengalaman saya bersama santri alhikmah Bogor…

pada aksi yg paling besar. Dimana lebih dari 7 juta manusia tumpah ruah memutihkan Jakarta. Pada aksi 212 itu, bis kami hanya bisa sampai di tanah abang. Saat turun dari bus… Para santri kami disambut ibu2 setempat dg mengasongkan berbagai makanan. Tapi kami menolak dg halus “terima kasih ibu, kami sudah sarapan”
Penolakan dr kami membuat seorang ibu tua bersahaja berlinang “tolong dek, ibu masak dr semalam. Ingin masakan ibu dimakan oleh adek”
Semua santri berpandangan bingung, dikepung ibu2 yg memaksa ingin menjamu.

Kami tetap menolak dg halus, krn kami memang bawa makanan dan dana sendiri utk konsumsi waktu itu. Itu juga sumbangan dr followers Astri Hamidah yg berlimpah.

Dan tawaran makanan itu berlangsung terus sepanjang kami berjalan keperempatan thamrin. Saat kami sdh duduk pun, berbagai makanan terus ditawarkan kpd para peserta aksi. Seolah2 para pembawa makanan itu dibebani target utk segera menyelesaikan pembagian makanan. Sementara kami bertahan hanya menerimanya saat merasa membutuhkan saja.

Maka lihatlah kawan…
Hanya jiwa jiwa kotor yg mulutnya kotor.

*Dan kini engkau harus mengerti, kenapa mereka selalu menuduh kita radikal, intoleran, bersumbu pendek, anti kebhinekaan dan berbagai predikat negatif lainnya.
Sebab merekalah pelaku yg sebenarnya*

By.. .
*TAPE ULI*
👍🏻👍🏻👍🏻.


Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.

Post a Comment

This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself

Powered by Blogger.