
PB Jakarta : Pertunjukan musik bertajuk“The Works” digelar oleh Gondrong Gunarto n friends di Galeri Indonesia Kaya, di Jakarta pada gari Minggu (7/5). Pentas tersebut menampilkan 7 komposisi musik yaitu : Mussi Rawas, Salju, Panca indera, Nikadek In, Jangganong dan Kembang Kempis.
The Works adalah model penggarapan teknik dan idiom tradisi local (gamelan Jawa) yang dikembangkan dan dijadikan pijakan dalam menyusun bagian-bagian tema (lagu). Penggarapan instrumen dari berbagai kultur secara kolaboratif, dimaksudkan untuk menghasilkan “rasa yang baru”. Sebuah bentuk tawaran kepada masyarakat luas berupa gamelan – segar, kompleks, yang mengawinkan berbagai instrumen musik dunia (Barat dan Asia). Bagi komposer, orientasi karya musik ini merupakan hasil eksplorasi untuk menemukan genre musik “baru”, yang dibangun dari berbagai elemen musik yang sudah ada, baik dari referensi eksternal maupun internal dalam bingkai kreativitas kekinian.
Tampak hadir dalam pertunjukkan tersebut Eros Djarot, para seniman dalam dan luar negeri. Hadir pula Dubes Inggris dan para pejabat pemerintah.
Adalah ‘Gondrong’ Gunarto yang membidani acara tersebut, Bapak dua anak ini lahir di Ngawi, Jawa Timur pada 20 Agustus, selain berkesnian secara aktif juga telah menyelesaikan gelar Pasca Sarjananya di ISI Surakarta 2013-prog Studi Penciptaan Seni.
Ia menemukan kecintaannya terhadap musik kontemporer tepatnya tahun 1993 semenjak aktif membantu karya-karya musik untuk tugas akhir jurusan tari ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta.”Gondrong” sapaan akrab Gunarto adalah seorang musisi serta komposer yang lahir dan di besarkan di desa kecil kaki Gunung Lawu, dalam keluarga yang mempunyai latar belakang seni tradisional, dia putera seorang dalang.
Menyelesaikan pendidikan formal karawitan di SMKI Surakarta sebelum akhirnya melanjutkan study S-1 dan S-2 di Institut Seni Indonesia Surakarta untuk Prog. Penciptaan Seni. Semenjak saat itu, karena kemauan dan keingintahuan-nya yang besar, dia banyak belajar berbagai macam aliran musik di luar musik tradisional Jawa (seperti combo band, keroncong, cross culture music, dsb) sehingga pengalaman tersebut membawa dia kedalam sebuah penciptaan musik “baru”.
Inilah masa-masa yang penuh dengan pengembaraan komposer, dimana ia banyak belajar berbagai macam bentuk dan aliran musik. Juga sebuah masa dimana ia harus menentukan pilihan, sebuah pilihan yang berujung pada pada satu kecintaan, musik kontemporer-eksperimental!. Suatu musik yang sunyi dari hiruk pikuk penggemar, juga pertunjukan.
Sejauh ini “Gondrong” telah banyak tampil baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti .World Gamelan Festival (Terengganu Malaysia), Weimar Culturstad (Jerman), Sapporo Music Festival (Jepang), IGFA – Indonesia Gamelan Festival Amsterdam (Belanda), Workshop – Theater Works (Amerika), Spoleto Festival Dei2 Mondi (Italia), Dreaming Lear (Sota Drama Singapura), Compostella 2000 Milenium Festival (Santiago Spanyol), Lear Dreaming (Teatre De La Ville Paris) dan awal tahun 2017 menggelar pentas kolaborasi dengan seniman India dan Inggris dengan tajuk “Ghost Gamelan” (London-Inggris). Selain itu sempat mengajar di Riverside University, California tahun 2016 (Amerika). (Karmila)
Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself