
PB, JAKARTA – Ketegaran anak-anak dari sebuah panti asuhan yang berada di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur patut diacungi jempol, bahkan tidak sedikit yang merasa iba dan mengeluarkan airmata melihat perjuangan mereka hanya untuk sebuah belas kasihan dari Perusahaan Listrik Negara alias PLN.
Mereka dengan ikhlas dan secara spontan langsung membawa dan memecahkan celengan mereka yanb berisikan uang koin dan ribuan rupiah untuk dikumpulkan agar bisa menebus biaya listrik bagi panti asuhan mereka.
Dalam video yang dishare oleh salah satu akun bernama @Muslim_Bersatu1 menyebutkan jika mereka melakukan aksi mereka pada hari Selasa (12/7/2017) lalu dikarenakan aliran listrik untuk pesantren mereka dicabut karena tunggakan pembayaran.
“KEJADIAN’ Hari Selasa 11 juli 2017…Para Anak Yatim Serahkan Celengan2 Mereka Ke PLN,Karena Listrik Panti Asuhan Di Cabut #Mojokerto #miris“.
Kejadian ini sudah tentu menjadi perhatian para netizen, bahkan kecaman dilontarkan kepada PLN yang dianggap tidak memiliki rasa iba untuk membantu mencarikan solusi terbaik, bukannya harus membuat anak-anak tersebut hidup dalam kegelapan.
Bahkan salah satu akun atas nama Lisa Ahlan sangat marah, karena menurutnya PLN seharusnya belajar tentang UUD 1946 yang mengatur siapa saja yang berhak untuk dipelihara oleh negara.
Bahkan kemarahan Lisa semakin memuncak, dikarenakan pihak PLN malah seenaknya saja menyuruh menulis kronologisnya lalu di kirim ke email mereka. Hal ini dianggap oleh Lisa sebagai bentuk kemalasan dan keangkuhan pihak PLN yang seharusnya langsung mengecek ke lokasi dan mengupdate sttus, dan bukannya malah santai tanpa mau melakukan kewajibannya melayani pelanggan.
“Heiii @pln_123 @infoPLN SUDAH BACA UUD 45???? Tolong anda cek sendiri kejadian itu di Mojokerto!!! Bukan Kami yg harus lapor Ke Kalian!!!” Tulis @Lisaahlan yang kemudian dibalas oleh akun milik @EkoTamba yang justru merasa lucu ketika Lisa marah dan kemudian malah menyuruh Lisa diam. “Ndak usah marah marah mba. Langsung bantu bayar aja. Simple kok. Dari pada buang energi. Hehe,” yang kemudian dibalas lagi oleh Lisa, “Saya hanya kesal dgn tanggapan @pln_123 yg malah bilang suruh kirim email kronologis nya..lah itu bukan nya tugas @pln_123 itu update kasus.”
Bukan hanya Lisa banyak akun lainnya juga ikutan marah melihat kelakuan PLN yang dianggap sebagai bagian dari pemerintah yang tidak perduli lagi dengan rakyatnya, terutama kalangan bawah, berikut beberapa postingan yanb dibuat oleh netizen ;
“Pemimpinnya sibuk dgn bayangannya… Lupa rakyat yg harus diurus.” @yoyoktea9988
“Kl pln rugi hrsnya para petingginya yg ikat pinggang potong gaji jgn rakyat jd sapi peras buat mrk foya foya diatas penderitaan rakyat.” @ummualghifari.
“Bukan maslah di bantu atau tidak, ini maslah lalainya negara terhadap rakyatnya!!” @tomiardana.
“fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh tetanggax, ormas, dan LSM yg masih PUNYA NURANI.” @mathsoul1 yang geram dengan sikap pemerintah lalu memplesetkan isi kalimat dalam UUD 1945.
“Masya Alloh.. Sampai yatim piatu yg mestinya di urus pemerintah.. Malah patung untuk pemerintah.” @Aslicila
(Jall)
Semua berita terbaru akan terus disajikan dalam blog brainbodymind, selamat membaca, dan jangan lupa untuk terus berlanganan blog ini.
Post a Comment
This blog needed you to understand the word spam - never spam on this blog, although i will not moderate all of it, but you will learn it yourself, educate yourself